hujan deras

Archive for the ‘Rumah Kaca’ Category

Rabu, 06 Juni 2007, 21:31:24 WIB

Cerpen: Hujan

MALAM ini aku tidak lagi berpikir tentang kepulangan bapakku. Sebab sudah pasti dia tetap tak akan pulang. Lagi pula seandainya aku masih menunggu bapak dan menanyakan tentang keberadaannya pada emak, pasti emak akan menjawab dengan kata-kata yang itu-itu saja.

“Malam ini jangan kau tunggu lagi bapakmu Gam, sudahlah. Mungkin minggu depan dia pulang. Mungkin bulan depan. Mungkin juga tahun depan. Atau mungkin juga…”. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Cerpen: Hujan

Dia masih lelaki yang kunikahi tiga puluh delapan tahun yang lalu. Secara keseluruhan tidak ada yang berubah dari dia. Juga hubungan diantara kami sampai saat ini. Tidak ada yang berubah. Walaupun kenyataannya ada yang lain diantara hubungan kami… Baca entri selengkapnya »

Senin, 11 Juni 2007, 04:08:28 WIB

Oleh: Hujan

Umang masih sangat muda, ketika keluarganya memutuskan untuk meninggalkan pesisir pantai, karena sudah merasa tak kuat oleh perasaan haru(1) terhadap lingkungan yang selama ini mereka tempati.

Padahal daerah itu sudah diwarisinya dari kakeknya, seorang lelaki tua yang selalu mendongengkan sebuah cerita padanya setiap kali dia akan beranjak tidur. Sejak itu pula Umang dan keluarganya pergi ke hutan dan meninggalkan kerang-kerang yang mereka miliki di pantai. Baca entri selengkapnya »


Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 178,091 hits