hujan deras

Tempo Ditarik dari Peredaran

Posted on: 5 Februari, 2008

Sumber: myRMnews
Selasa, 05 Februari 2008, 18:49:37 WIB

Laporan: Yayat R. Cipasang

Jakarta, myRMnews. Redaksi Majalah Tempo tidak hanya meminta maaf kepada umat Kristiani tetapi juga berjanji untuk menarik majalah edisi 04-10 Februari 2008 di pasaran.

Redaksi Tempo juga berjanji akan menulis dan membuat pernyataan maaf di media cetak dan elektronik di luar Grup Tempo. “Cuma masalahnya barang (majalah) sudah habis di pasaran,” kata Ketua Umum Pemuda Katolik Natalis Situmorang kepada MyRMNews seusai berdialog dengan redaksi Tempo di Gedung Tempo, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (5/2).

Natalis menuturkan, saat bertemu redaksi Tempo, pihaknya mempertanyakan makna di balik cover “Perjamuan Terakhir Soeharto” tersebut. “Redaksi bilang itu cuma karya seni,” kata Natalis.

Namun, Natalis curiga di balik pemuatan cover itu ada motif dan bentuk strategis bisnis. Tapi redaksi Tempo membantahnya. “Tapi kenyataannya di lapangan kini majalah Tempo kontroversial itu habis di pasaran,” kata Natalis.

Natalis dan elemen Kristiani lainnya menjelaskan kepada redaksi Tempo bahwa cover itu bila diperlihatkan kepada umat Kristiani tak akan membantah bahwa itu adalah The Last Supper. “namun mereka akan kecewa ternyata gambar itu adalah Soeharto dan anak-anaknya,” kata natalis. yat

1 Response to "Tempo Ditarik dari Peredaran"

Sebenarnya sudah tidak ada masalah antara Majalah Tempo dengan umat Katholik. Masalahnya cuma ada yang ngomporin dari segelintir oknum pengurus KWI — kabarnya tergabung dengan paguyuban wartawan Katolik — yang menjadi humas eksternal PT Asian Agri Group (anak perusahaan Raja Garuda Mas/RGM, yang kini sedang bersengketa dengan Majalah Tempo) yang membesar-besarkan masalah ini.

Oleh sebab itu, sangat bijaksana jika KWI, paguyuban wartawan katolik dan Majalah Tempo mencari tahu siapa yang mengambil untung dalam persoalan ini sekaligus menghimbau untuk menyetop masalah yang bisa menjadi SARA ini. Kita juga heran, untuk persoalan kecil seperti ini kok ummat Katolik bisa beringas seperti laskar Front Pembela Islam (FPI) ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,133 hits
%d blogger menyukai ini: