hujan deras

Setelah Panglima Datangi Profesor Teungku [2]

Posted on: 26 Desember, 2007

Sumber: Majalah Acehkini Edisi II, Oktober 2007

Reporter : Yuswardi, Tuahta Arief (Jakarta)

Teungku Ismuhadi memiliki seorang istri, Cut Aznani dan dua orang putra putri. Saat ini putra sulungnya, Maulana Tadashi, 12 tahun, berada di pesantren Al-Hamidiah, Sawangan Bogor, sementara putrinya yang kecil, Cahaya Keumala, 9 tahun, duduk di Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar. Hampir setiap dua minggu sekali anak istri dan kedua buah hatinya mengunjungi.

“Pada saat penangkapan saya, Keumala baru berusia dua tahun. Saya hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Allah. Tapi saat ini saya bangga sekali dengan prestasi Keumala. Alhamdulillah, Keumala memiliki prestasi yang sangat baik. Di kamarnya, Keumala memiliki sederetan piagam dan piala penghargaan. Dalam usia semuda itu, Keumala sudah mampu mengahafal 28 juz Al-Quran. Sekolah di Al-Azhar dan selalu juara,” kata Ismuhadi.

Sejak Ismuhadi dibui, keluarganya patah tiang. Untuk menghidupi istri dan anaknya, Ismuhadi hanya bisa mengirim uang yang ditabung dari uang makannya. Selebihnya, mereka menggantung hidup pada dua unit mini bus yang dikelola Cut Aznani di Jakarta. Bengkel Krueng Baro miliknya sudah lama tutup.

“Tak ada lagi yang mau datang. Masyarakat juga sempat ngeri begitu tahu saya dihubung-hubungkan dengan peledakan BEJ. Sementara itu 14 mobil yang dijadikan barang bukti hilang, begitu juga dengan perlengkapan dan peralatan bengkel, habis dijarah. Tak ada yang bertanggung jawab. PBHI memang pernah menggugat Kapolri atas kerugian tersebut, namun hanya diberi ganti rugi senilai Rp 75 juta,” ujar dia.

Di Cipinang, Teungku Is dikenal ramah. Komunikasi yang dibangunnya membuat penghuni lain angkat jempol. Sebut saja Dokter Sukses Hutahayan. Menurut lelaki yang bertugas menjaga klinik Lapas ini, Teungku Is sosok yang gampang bergaul dan ramah kepada siapapun. “Beliau orangnya enjoy bila diajak berbicara dan berdiskusi,” ujar dokter muda ini.

Juliana boru Munthe, 29 tahun, petugas klinik Lapas juga punya pandangan khusus terhadap Ismuhadi. Menurutnya, ia punya rasa humor tinggi dan gampang berbaur dengan setiap penghuni Lapas. “Teungku Is sering main ke klinik. Entah sekedar chek-up atau bercengkrama dengan petugas. Dia benar-benar menyenangkan dan tak pernah memilih teman bicara. Penghuni kelas teri atau kelas kakap semuanya jadi teman dia. Termasuk dengan napi yang berasal dari Jawa.” ujar Juliana.

Juliana sampai saat ini belum pernah mendengar tingkah buruk Teungku Is selama di tahanan. “Kalau berbicara tentang Teungku Is, banyak kisah yang positif yang saya dengar. Misalnya dia itu peternak lobster yang ulet, bahkan orang dari pihak rumah sakit khusus mendatangi dia untuk belajar berternak lobster.” ujar dia.

Ismuhadi punya pesan penting untuk pemerintah Aceh saat ini. “Untuk mantan-mantan pejuang yang sudah jadi pejabat, jangan sampai menyakiti hati rakyat. Jangan terlena dengan kilauan uang dan kedudukan. Hati-hati, jangan sampai nanti menjadi bumerang dan menyerang kita sendiri. Suatu hari nanti apabila seluruh pembukuan diperiksa, dan nilainya ada yang tak sesuai, apa yang akan dikatakan orang? Bahwa orang Aceh tidak bisa mengurus dirinya sendiri,” ujar Teungku Is.

Ia berharap, pemerintah menyantuni istri dan anak yatim korban konflik termasuk janda-janda cuak. “Jangan ada diskriminasi.” kata dia seraya menambahkan harapannya agar tokoh-tokoh Aceh lain yang masih dipenjara seperti Nazaruddin Syamsuddin dan ribuan pemuda-pemuda Aceh juga diberikan pengampunan dan dipindahkan ke Lapas di Aceh.

Awal September lalu, sebagian keinginan Ismuhadi terwujud. Empat narapidana asal Aceh dibebaskan bersyarat. Meski begitu, Koordinator Forum untuk Keadilan Tapol/Napol Aceh Teungku Iswadi Jamil berharap tujuh tahanan lain segera menyusul atau setidaknya dipindahkan ke Aceh.

Pihak keluarga napol Aceh juga mulai khawatir dengan kondisi keamanan di penjara tempat mereka kini ditahan. Soalnya, kasus kekerasan yang melibatkan sesama penghuni penjara kian mencemaskan. “Desakan ini kami sampaikan dengan alasan keamanan dan keselamatan nyawa mereka, terkait maraknya kerusuhan dan perkelahian antarnapi yang terjadi di berbagai LP di Jakarta dan Pulau Jawa,” ungkap Iswadi Jamil.

Tampaknya perjuangan keluarga para napol/tapol Aceh masih harus meretas jalan panjang. Kepala Kanwil Depkum HAM Aceh, T Darwin mengatakan, untuk memulangkan mereka kembali ke Aceh, bukanlah persoalan mudah. “Semua itu ada pada kebijakan pemerintah. Kalau kita di sini siap saja untuk menampungnya. Kita akan tempatkan mereka di LP yang ada di Aceh,” tukas Darwin.

Bagaimana sikap Ismuhadi? “Insya Allah saya ikhlas menghabisi sisa waktu tahanan saya. Namun saya berharap agar saya bisa dipindahkan ke Lapas di Aceh, biar keluarga saya yang lain dapat mengunjungi saya,” ujarnya. Di balik jeruji besi Cipinang, Ismuhadi masih berjuang untuk perubahan masa tahanannya.

Di selarik kertas, ia menorehkan sebait puisi.

…to dream, the impossible dream
to fight, the unbeatable foe
to bear, the unbearable sorrow
to run, only the brave dare not to go…

Cipinang, 22 Agustus 07
Teungku Ismuhadi Jafar

[tamat]

1 Response to "Setelah Panglima Datangi Profesor Teungku [2]"

Freedom & Peace 4 Aceh …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,133 hits
%d blogger menyukai ini: