hujan deras

70 Ribu TKI Terancam Dideportasi

Posted on: 2 November, 2007

Sumber: Kompas.
Kamis, 01 November 2007

Jakarta, Kompas – Sedikitnya 70.000 tenaga kerja Indonesia pemegang kartu merah atau kartu identitas penduduk tetap di Malaysia terancam dideportasi karena masa berlaku paspor Republik Indonesia mereka telah habis.

Pemerintah Indonesia akan menyiapkan sistem pelayanan satu atap di Perwakilan Tetap RI di Malaysia untuk melayani tenaga kerja Indonesia (TKI) memperbarui paspor.

“TKI yang sudah selesai kontraknya dan harus pulang ke Tanah Air jangan sampai ada penyiksaan. TKI yang masih bekerja, tetapi masa berlaku paspornya sudah habis, formulanya seperti pengalaman yang lalu adalah pemutihan atau penggantian
paspor,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno di Jakarta, Rabu (31/10).

Pemegang kartu merah wajib melampirkan paspor aslinya saat mengurus perpanjangan kembali. Tanpa paspor, Pemerintah Malaysia tidak akan melayani.

Pelayanan satu atap

Pemerintah Indonesia akan membuka kantor pelayanan satu atap pada 1 November-31 Desember 2007 di Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Konsulat Jenderal RI di Johor, dan Konsulat Jenderal RI di Penang.

TKI bisa memperpanjang paspornya dengan biaya Rp 500.000 per orang di sana. Pemerintah berharap majikan mengizinkan TKI libur saat dia mengurus paspor. Saat ini 1,8 juta TKI berdokumen dan sedikitnya 800.000 TKI tanpa dokumen di Malaysia.

Secara terpisah, analis kebijakan Migrant CARE Wahyu Susilo mengatakan, sebagian besar TKI pemegang kartu merah lalai memperpanjang paspornya. Mereka merasa dengan memiliki kartu merah otomatis telah menjadi warga negara Malaysia.

“Padahal, masih ada tahap lain yang harus dilalui untuk mengubah kewarganegaraan itu. Selain itu, banyak TKI yang tidak memperpanjang paspor karena mahalnya biaya pengurusan,” kata Wahyu.

Soal masih adanya kasus kriminal, Erman Suparno meminta Pemerintah Malaysia memperbaiki pelayanan kepada TKI.

Jika tidak ada perbaikan, Mennakertrans akan mengusulkan kepada Presiden Yudhoyono agar meninjau kembali penempatan TKI ke Malaysia. “Namun, belum sampai tahap menghentikan penempatan. Yang saya ingin, ada perubahan kebijakan dari pihak Malaysia,” tutur Erman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,087 hits
%d blogger menyukai ini: