hujan deras

Duit Soeharto Nambah Rp 1 Triliun

Posted on: 11 September, 2007

Sumber: http://www.myRMnews.com
Selasa, 11 September 2007, 07:23:04 WIB

Jakarta, myRMnews. Kocek bekas Presiden Soeharto bertambah Rp 1 triliun. Hal ini terjadi setelah Mah­kamah Agung (MA) mengabulkan gu­gatan pencemaran nama baik Soeharto terha­dap majalah Time Asia.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Nur­hadi, di Gedung MA, Jakarta, kemarin menje­laskan, putusan itu diambil majelis hakim ka­sasi MA yang diketuai Ketua Muda Militer MA, Mayjen TNI (Purn) German Hoediarto dan beranggotakan Bahauddin Qoudry serta M Taufik pada 30 Agustus 2007.

Perseteruan Soeharto dengan Time Asia ber­mula saat majalah yang bermarkas di Amerika itu, pada edisi 14 Mei 1999 Volume 153 Nomor 20 menulis artikel tentang kekayaan Soeharto dengan judul “Soe­harto Inc. How Indonesia’s Long­­time Boss Built a Family For­tune” (Pe­rusa­haan Soeharto. Bagaima­na Indo­nesia Dalam Waktu Lama Mem­­bangun Ke­kayaan Keluarga)”.

Kemudian, 17 Mei 1999, Time Asia ju­­ga menulis ada transfer dana sem­bilan miliar dolar Amerika dari Swiss ke Austria yang diduga milik Soeharto dan mengungkap harta kekayaan anak-anak Soeharto di luar negeri. Tak cu­kup di situ, Time Asia pada edisi 24 Mei 1999 kembali menurun­kan hasil investigasi mengenai harta kekayaan Soeharto dan keluarganya yang ditak­sir mencapai 15 miliar dolar Amerika.

Tak terima atas pemberitaan itu, Soe­harto menempuh jalur hukum karena merasa namanya dicemarkan. Soehar­to menggugat tujuh pihak dari Time Asia yakni Time Inc, editor Time Do­nald Marison, John Colmay, David Liephold, Lisa Rose Weaver, Zamira Lubis, dan Jason Tejasukmana. Soe­harto pun menuntut ganti material Rp 280 juta dan immateriil Rp 189 triliun, sekaligus permohonan maaf Time Asia.

Di tingkat pertama (Pengadilan Ne­geri Jakarta Pusat) dan kedua (Penga­dilan Tinggi DKI), gugatan Soeharto ditolak mentah-mentah. Dengan ala­san, dalam pemberitaan Time Asia itu tak terbukti ada pelanggaran kaidah dan etika jurnalistik. Sebaliknya, PN Jakpus menghukum Soeharto harus membayar biaya perkara Rp 5,029 juta. Sedang­kan, PT DKI hanya Rp 75 ribu.

Kendati dikabulkan, Nurhadi menga­takan, tidak semua gugatan Soeharto dikabulkan MA. “Putusan menyatakan menghukum tergugat 1 sampai 7 secara tanggung ren­teng membayar kerugian immateril sebesar Rp 1 triliun,” kata Nurhadi se­kaligus menegaskan, dengan adanya putusan kasasi ini telah membatalkan putusan PN Jakpus dan PT DKI.

Selain membayar Rp 1 triliun, pihak Time Asia juga diwajibkan meminta maaf yang diiklankan di beberapa me­dia cetak nasional dan majalah Time di seluruh dunia dalam tiga penerbitan berturut-turut.

Kuasa hukum Soeharto, M Assegaf, mengaku terkejut atas pu­tusan kasasi itu karena sudah hampir tujuh tahun kasus ini diproses di pengadilan. rm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,133 hits
%d blogger menyukai ini: