hujan deras

Liburan di Old Batavia

Posted on: 20 Agustus, 2007

Jadwal nya sih hari senin lalu kita akan belajar menulis di Old batavia, masuk keluar museum dan mencari ide untuk penulisan kapasmerah selawaitnjutnya. Tetapi ternyaya Guidenya si Hujan ini yang ngga ngerti jadwal kalau setiap senin itu memang hari libur museum. Ngga jadi deh masuk museum. padahal kan ada mahasiswi Voroney University, Rusia yang mau masuk museum Fatahillah. Belum lagi dengan mahasiswa-mahasiswa urban yang tak pernah masuk museum lainnya. Akhirnya, si pemandu wisata kota tua (Hujan) hanya bisa duduk memperhatikan anak didiknya yang lain foto-fotoan narsis.

Butet deh, belum lagi, permintaan sekalangan fans yang berebut foto bareng dengan Hujan Pokoknya niat menulis jadi hilang gitu kita semua menemukan kamera di tas masing-masing. Ajigile. maknyus. aku juga ikut narsis pula. Naik sepeda onthel, berboncengan dengan si Lili (kandidat master VU, Rusia), tersu aksi gila yang tak mungkin dipublis di sini. Alah, ngga penting banget ya.hehehe

(lihat tuh, sepeda bang ojeg jadi korban kehausan dahaga dheheheua insan untuk berfoto a la bang Samiun dan Nyai Dasimah)

(Power Ranger—–> )

denger dongeng

(antara serius dan laper mendengar dongeng Hujan tentang perang besar Baratayudha)

opas

(bakal sampul buku Il Postino yang berikutnya)

8 Tanggapan to "Liburan di Old Batavia"

Wah, sayang sekali ke museum di hari senin.. ^^;

wih, senangnya….ini salah satu favoritku: liburan, liburan, liburan… foto-foto, foto-foto, foto-foto

Merdeka! sekali merdeka, tambah sengsara!

timur, wah..mejeng kau.. nampaknya bapak ini serius sekali memandang jalan raya.. hahaa.. salam..

woy hujan… gue jorgy…

gue juga pernah kejebak libur tuh…

waktu itu gue, managing editor dan desainer (grafis) berhelat ke kawasan kota utk cari view yg pas utk pemotretan cover dan rubrik fashion, and ternyata gue lupa kl hari senin itu museum pada libur… dan waktu itu kami udah nyampe di museum jakarta… geblek… setelah nanya2 bentar di kantor museum, daripada gak jelas, kami mental deh ke seberangnya, museum seni rupa yang juga tutup, tapi kami (dengan sepik2 puitis) berhasil membujuk penjaganya agar kami bisa masuk dan mengobservasi ruangnya… sepi, dingin, misterius, dan kayanya banyak hantunya….

btw, lo gawe dimana? indosiar bukan ya? soale ada anak indosiar yg mirip ama tampang lo pas gue di shangrila..

udah gitu aja bro…

jor!

bah!
kau alih profesi jadi tukang ojek!
alamak! apa kata emak di medan sana kau ah…
hehehheh

::son of mount malang::

jorgy, pengalaman pahit ketika tersesat i depan orang2 yang sedang mengharapkan panduan kita. kayak apa ya malunya? he…
BTW, gua masih kuliah, belum gawe di mana-mana. Soal ada yanbg mirip gua, emang biasa. tampang gua pasaran banget emang….kikikiki

udah lama bang jd tkng ojek,ngajak2 ngapa kalo mao ngojek di beos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,133 hits
%d blogger menyukai ini: