hujan deras

Gempur Lapindo, 3 Mahasiswa ITS Diskorsing

Posted on: 23 Mei, 2007

baca juga : situs berita; myrmnews

Jakarta, Rakyat Merdeka. Tiga mahasiswa Institut Teknik Surabaya (ITS), masing-masing Tomi Dwinta Ginting, Mahasiswa Perencanaan Wilayah Kota angkatan 200, Benny Ihwani, mahasiswa D-3 Teknik Mesin angkatan 2004 dan Yuliani (Perencanaan Wilayah Kota angkatan 2002) akhirnya resmi di skorsing oleh pihak rektorat selama dua semester terhitung tanggal 22 Mei 2007. Surat keterangan skorsing itu diterima Tomi Cs pada Selasa (22/5) lalu.

Menurut Tomi, saat ini dia dan kedua temannya siap mengajukan perkara pemutusan sepihak ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), karena dianggap terlalu berlebihan. Dirinya pun berniat tidak akan meminta keringanan dari rektorat.

“Saat ini kami tengah mempersiapkan untuk menuntuk keputusan sepihak dari rektorat. Kami tidak akan meminta keringanan dari kampus” Kata Tomi kepada <i>Situs Berita</i> <b>Rakyat Merdeka</b>, Rabu (23/5).

Sementara itu, Yuliani mahasiswi lain yang menerima skors, akhirnya hanya bisa mengelus dada. Pasalnya dia dipastikan tidak ikut dalam sidang skripsi yang menurut jadwal akan belangsung dalam waktu dekat ini.

Keputusan Rektor ITS Priyo Suprobo untuk mengeluarkan SK skorsing kepada Tomi Cs bermula ketika mahasiswa ITS dan warga korban lumpur Lapindo melakukan aksi di kampus ITS pada 6 Maret lalu. Aksi tersebut kemudian dibubarkan oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Ahmad Jasidi.

Pembubaran itu kemudian menyulut kekecewaan massa aksi. Hingga akhirnya muncul lah poster bertuliskan “ITS (maaf, red) Anjing Lapindo”.
Ketiga mahasiswa, Tomis, Beni dan Yuliani kemudian dipanggil rektorat pada 9 April.

Sampai dengan keluarnya SK tersebut, Tomi mengaku tidak pernah diberikan kesempatan melakukan pembelaan. hta

12 Tanggapan to "Gempur Lapindo, 3 Mahasiswa ITS Diskorsing"

mohon diklarifikasi tentang info tersebut, dicari data yang benar seperti apa, sedang berita yang saya dapatkan di media-media tidak seperti itu. Mereka diskors bukan karena aksi itu tetapi umpatan2 baik ucapan dan tuulisan dalam aksi tersebut. Jadi sekali lagi bukan karena mendemo ITS.

to: arek its

iki artikel ku kutip dari situs rakyat merdeka.

to: Rakyat Indonesia

Saya Yuliani, salah satu korban skorsing ITS. Memang benar adanya berita yang mas kutip. Saya berama puluhan mahasiswa lainnya, alumni ITS, dan korban lumpur Lapindo aksi Seminar Jalanan dengan tema “Perselingkuhan Pemodal-Pemerintah-Kampus Dalam Kasus Semburan Lumpur Lapindo”. Dan setelah di skorsing saat ini saya diancam DO karena mengajukan Rektor ITS ke PTUN

to: Arek ITS
Jangan terlalu percaya pada media. Media “tertentu” sudah gak objektif lagi, coz keobjektifannya telah ditukar dengan “$”, seperti PELACUR. Saya membenarkan apa yang dikatakan Tommy dan Yuli.

negara harusbertanggung jawab atas apa yang terjadi di porong sidoarjo. lapindo, harus bertanggung jawab. ITS juga harus bertanggung jawab!, makanya, ketika ada sekelompok mahasiswa pemberani, yang beraninya tak sekedar di mulut saja, ketika sekelompok itu kemudian diberangus. maka hanya ada satu kata, untuk mahasiswa-mahasiswa di seluruh indonesia, bangkit melawan! lahirlah tomi2 lain di kampus2mu!
jangan tutup mata! kuak… gantung pemilik lapindo di bendungan! atau lemparkan dia ke dalam lumpur yang panas, sampai mampus! mampus!

Hidup mahasiswa!

merdeka!

Sedikit sekali mahasiswa yang benar-benar berani untuk terus berbicara tentang kenyataan ,tentang rakyat bahkan,saya dukung anda Yuli,Beny,dan tomy untuk terus berteriak tentang itu semua.Kalau tidak kita akan tetap tiarap diantara peraturan2 kampus yang membelenggu kebebasan kita untuk terus berjalan berdampingan bersama rakyat.Kampus tempat mendidik,termasuk mendidik keberanian kita untuk melawan tirani kampus itu sendiri.Jangan dengarkan mahasiswa2 lain yang hanya berlindung dengan kata2 “klarifikasi dulu” karena sebenarnya mereka memang tidak mau tahu dan takut maju.Terus berjuang saudara demi kampus kita, Kampus Rakyat.

sepakat dengan mas agung. gasak terus! tabrak aturan rancu yang dibuat kampusmu!

Saya pernah diskusi dengan mas Tomy Dwinta Ginting, mbak yuliani, mas Beni Ikhwani..
Ternate,North Molllucas
Menurut saya, yang dilakukan oleh teman2 ITS tersebut sudahlah sepatutnya..
Mengingat posisi mereka yg sebagai mahasiswa planologi ITS yang memang mengkaji masalah – masalah tersebut..
Dan memang sudah menjadi kewajiban bagi mereka (sebagai orang yang TAHU untuk memberi tahu orang yang TIDAK TAHU (baca:REKTORAT ITS) ) untuk bersuara baik di dalam ato di luar kampus..
Keberadaan Rektorat ITS seharusnya adalah mengakomodir suara civitas akademika kampus..
Bukannya menghakimi mereka..
koyok TUHAN ae rektor ITS iku..

dilema bgt ya jadi mahasiswa kritis..?!!
skali berbicara “keras”, langsung di-skorsing,,

menurut saya tetap aja tuh mahasiswa gak sopan, masak ng-anjing-in almamaternya sendiri
gak ada ta kata yang lebih pas?
yach semoga mereka bener2 tau hakekat perjuangan mahasiswa, gak cuman ikut2an aja
kLo bagi aku sich
‘vivat…………….ITS’
‘almamaterku jaya’

anu cocoknya; NEGARA KOK ENGENE

[…] memang tidak sekuat kawan-kawan saya. Saya juga merasa malu dengan mereka, yang semangat juangnya seakan tidak pernah habis. Tetapi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,087 hits
%d blogger menyukai ini: