hujan deras

Dua Orang Spanyol dan Jerman Ikut Panasi Poso

Posted on: 27 Februari, 2007

Dikutip dari: Situs Berita Rakyat Merdeka

Selasa, 27 Februari 2007, 07:15:04 WIB

Diungkap Kepala Badan Intelijen Negara

Jakarta, Rakyat Merdeka. Berlarut-larutnya konflik di Po­so, Sulawesi Tengah disebabkan adanya pihak asing ikut bermain dan memperkeruh suasana. Pihak asing itu adalah agen Al Qaeda yang ber­asal dari negara-negara Eropa.

‘’Kalau ditanya apakah ada keterlibatan asing di Poso saya jawab banyak. Ada Umar Al Fa­rouk dan ada juga dua orang agen Al Qaeda dari Spanyol dan Jerman,” ungkap Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Ge­dung Nusantara II, Senayan, Jakarta, ke­ma­rin.

Pada kesempatan itu, Syamsir juga mem­be­berkan di mana keberadaan gembong teror­is Noordin M Top saat ini. Menurut bekas kepala BAIS (Badan Intelijen Strategis) itu, Noordin masih berada di Indonesia.

Namun sayangnya, Syamsir tidak bersedia menyebutkan lokasi keberadaan Noordin. Sebab, jika lokasi itu diungkapkan ke publik akan membuat masyarakat resah. “Pokoknya dia (Noordin, red) masih ada di sini, sekarang mulai bergeser ke daerah lain,” beber pen­siunan Mayjen TNI AD ini.

Di tempat yang sama, Kapolri Jen­de­ral Pol Sutanto membantah tegas ang­­gapan bahwa intelijen Indonesia tidak memiliki kemampuan men­de­tek­si jaringan teroris.

Keberhasilan Polri mengungkap pu­lu­han kasus aksi teror di berbagai tem­pat di Indonesia, sebutnya, merupakan wu­jud keberhasilan aparat intelijen da­lam memberikan informasi kepada Polri guna melakukan penegakan hu­kum.

“Bahkan kalangan internasional juga meng­akui naluri intelijen kita bagus. Se­lain kita berhasil mengungkap ka­sus-kasus teror, intelijen kita juga di­min­ta berceramah di Australia. Itu kan ben­tuk pengakuan atas kemampuan intel kita.”

Ditanya anggota Komisi I Abdillah To­ha, apakah benar Detasemen Khu­sus 88 Antiteror mendapat dukungan dana besar dan penanaman ideologi tertentu dari Amerika Serikat (AS), Su­tanto menyanggahnya.

“Tidak ada sama sekali penanaman ideologi, sebab yang dilakukan Densus adalah penegakan hukum, tidak mung­kin apa yang dilakukan sebagai titipan asing,” tandas Kapolri.

Sementara Kepala Desk Antiteror Menko Polhukam Irjen Pol (Purn) An­syaad Mbai mengatakan, untuk men­cegah Noordin Cs melakukan pe­re­kru­tan kader baru di Indonesia, pe­me­rin­tah harus segera menerjunkan para ula­ma untuk meluruskan pemahaman Islam secara sempit dan radikal.

“Kita harus melakukan War of Idea yang artinya harus ada deradikalisasi terhadap pemahaman-pemahaman Islam. Kita sudah bicara dengan Depag untuk memformulasikannya. Bahkan para kiai-kiai kampung juga siap ikut serta asal memiliki payung hukum yang kuat,” urai Ansyaad. RM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,133 hits
%d blogger menyukai ini: