hujan deras

Wow, Gus Dur Ungguli SBY

Posted on: 25 Februari, 2007

Dikutip dari : www.rakyatmerdeka.co.id
Minggu, 25 Februari 2007, 07:49:34 WIB

Di Perayaan Imlek

Jakarta, Rakyat Merdeka. Perayaan nasional Tahun Baru Im­lek 2558 di Jakarta Convention Centre, Se­na­yan, tadi malam, dihadiri Presiden SBY dan be­kas Presiden Gus Dur. Yang menarik, ter­nyata Gus Dur disambut secara lebih meriah ke­timbang SBY.

Perayaan Imlek yang diselenggarakan Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia (Ma­ta­kin) tahun ini dihadiri sejumlah tokoh seperti Wa­kil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MK Jimly Asshi­ddiqie, Penasihat Politik Presiden Rah­mawati Soekarnoputri, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Ha­dir pula Ny Sinta Nuriyah Wahid.

Sebelumnya, ribuan hadirin yang me­madati ruangan bernuansa merah itu ber­diri memberikan sambutan atas ke­da­tangan Gus Dur. Sambutan yang di­berikan hadirin terlihat lebih meriah di­banding sambutan atas kedatangan Pre­siden SBY sesaat sebelumnya. Mak­lum, Imlek ditetapkan menjadi hari besar nasional ketika Gus Dur ma­sih menjadi penguasa Istana Ke­pre­si­denan.

Perayaan tersebut dirayakan secara na­sio­nal mengingat besarnya ma­sya­rakat Tionghoa di Indonesia. Di­per­ki­ra­kan sekitar 10 juta warga keturunan perantauan asal Tiongkok kini tinggal di Indonesia. Jumlah itu merupakan yang terbesar di dunia.

Presiden SBY menilai perayaan na­sio­nal Tahun Baru Imlek 2558 mem­buktikan tak ada lagi diskriminasi bagi ma­syarakat Tionghoa. Kaum pribumi maupun Tionghoa memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Presiden juga menilai perayaan tahun baru Imlek adalah momentum paling te­pat memperkuat persatuan dan so­li­daritas nasional. Menurutnya, ma­sya­rakat Tionghoa merupakan bagian in­te­gral bangsa yang juga memiliki ke­wa­jiban serta hak yang sama dalam men­dapatkan akses dan pelayanan pu­blik. “Sudah bukan saatnya lagi ada di­skri­minasi. Sudah bukan saatnya lagi sa­ling mencurigai. Bukan saatnya lagi mem­beda-bedakan orang berdasarkan asal etnis dan keyakinan yang dia­nut­nya,” ujarnya.

Presiden juga mengharapkan tahun ba­ru Imlek menjadi momentum mem­per­kuat kesetiakawanan sosial. Ke­pe­du­lian seluruh anak bangsa dibutuhkan di ­tengah maraknya bencana alam dan mu­sibah transportasi belakangan ini. “Perkuat tenggang rasa dan tolong menolong pada yang membutuhkan,” tuturnya. RM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,087 hits
%d blogger menyukai ini: