hujan deras

Datang Diam-diam, Dirjen WTO Didemo Petani

Posted on: 23 Februari, 2007

http://www.rakyatmerdeka.co.id/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=28764

Rabu, 21 Februari 2007, 07:07:23 WIB

Jakarta, Rakyat Merdeka. Maksud hati datang tanpa gem­bar-gembor, tapi belum lagi Dirjen WTO (World Trade Organization) Pascal Lammy men­je­jak­kan kakinya di Bandara Soekarno-Hatta, Ceng­kareng, sekitar 400 de­mo­n­s­tran yang di­do­minasi petani dan aktivis LSM ber­demo me­nolak ke­da­tangannya. Pendemo itu me­lakukani long­march dari Depertemen Per­da­gang­an ke depan Istana Negara, Jakarta, ke­marin.

‘’Kita minta pemerintah jangan terpengaruh Lam­my, karena dia membawa agenda yang ha­nya menguntungkan negara besar dengan men­cekik petani-petani kita yang sudah miskin,’’ kata salah satu koordinator aksi dari Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI), Achmad Ya’kub.

Para pengunjuk rasa itu menyatukan barisan da­lam Gerak Lawan (Gerakan Rakyat Lawan Ne­kolim), terdiri dari elemen FSPI, Aliansi Bu­ruh Menggugat, Koalisi Anti Utang, Barisan Rakyat Kuningan, dan Front Perjuangan Pe­mu­da Indonesia.

Mereka berdemo menolak kunjungan Pascal se­la­ma dua hari di Indonesia pada 20-21 Fe­bruari 2007 dengan mengusung berbagai span­duk berbunyi, “Tegakkan Kedaulatan Pangan, Tolak Impor Beras”, “Pascal Lammy, Neo­li­be­ral Agent”, “Tanah untuk Petani”, dan “WTO Mem­bunuh Petani”.

Menurut Ya’kub, sejak negosiasi WTO mati suri Juli 2006, sudah banyak upaya dilakukan gu­na menghidupkan kembali rezim per­da­gang­an global yang menakutkan itu. ‘’Inisiasi selalu dilakukan pihak-pihak yang mendominasi di fo­rum WTO, seperti Amerika, Uni Eropa, Je­pang, Australia, Brazil, dan India.’’

Secara terpisah, anggota Majelis Pakar De­kopin yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sutrisno Iwantono ber­harap, Lammy bisa bersikap netral dan tidak membawa suara-suara negara maju terutama dalam masalah per­ta­nian. ‘’Saya minta posisi Pascal Lam­my netral dan jangan se­cara terselu­bung membawa kepen­tingan negara maju, khususnya AS.’’

Lebih jauh, Iwantono yang juga Pre­siden Koperasi Petani Asia meminta Pas­cal Lammy tidak berusaha me­me­nga­ruhi negara-negara berkembang yang tergabung dalam G-33 (dimotori oleh Indonesia) untuk bisa menerima po­sisi Amerika, karena langkah itu jus­tru merugikan negara-negara ber­kem­bang.

Dia juga berharap pemerintah untuk ber­­tahan dan memperjuangkan konsep produk khusus atau special product (SP) dan mekanisme pengamanan khu­sus atau special safeguard mechanism (SSM) yang sudah disepakati dalam pertemuan WTO di Hongkong.

Sekadar mengingatkan, SP dan SSM akan membebaskan produk-produk per­tanian tertentu di negara miskin dan ber­kembang untuk tidak diikutsertakan da­lam perdagangan bebas sehingga di­harapkan meningkatkan kualitas hidup pe­tani-petani di negara miskin dan ber­kembang.

Menurut Iwan, selama ini ke­eng­ga­nan negara maju, khususnya Amerika, me­nerima konsep tersebut telah mem­buat perundingan WTO macet. ‘’Pe­me­r­intah harus bertahan pada posisi ter­sebut dan mengajukan argumen ke­napa konsep itu penting bagi negera mis­kin dan berkembang.’’

Dia juga berharap, SP tersebut bisa men­cakup 20 persen dari seluruh item (je­nis) yang termasuk produk lain. SP yang dimaksud, menyangkut kehi­du­pan masyarakat banyak yang terkait deng­an keamanan pangan. ‘’Pejabat In­­do­nesia pun harus menyampaikan pa­da Pascal Lammy agar negara maju me­lakukan kewajibannya menurunkan tingkat subsidi pertaniannya. Karena, ne­gara maju tidak disiplin dalam me­nu­runkan subsidi yang menyebabkan pro­duk pertanian negara maju mem­ban­jiri negara miskin dan ber­kem­bang.’’

Dia minta pemerintah mengimbau Pas­cal Lammy tidak terpengaruh makalah Bank Dunia yang me­nya­takan jika negara berkembang berkeras memperjuangkan SP dan SSM. ’’Lang­kah itu bisa merugikan negara berkembang.’’ RM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,133 hits
%d blogger menyukai ini: