hujan deras

Sehabis tawuran, pecahan kaca berserakan

Posted on: 15 September, 2006

romeo

Oh… yang satu dia, Kusayang dan kucinta…..

“Seandainya kau bukan seorang Montega,” Juliet melengos. Nafasnya menderu di udara malam yang mati membeku.

Dengan tenang, Romeo kemudian mendekatkan diri ke Juliet yang seorang keturunan Capulet.
“Apalah arti sebuah nama? Andaikan mawar bila diberi nama apa jua, tetap saja harum…” demikian si Romeo itu menggoda Juliet pada suatu malam, seusai pesta yang diselenggarakan keluarga Juliet.

Aku suka adegan yang itu. Indah dan romantis. Bukan pada kemanjaan si Juliet, namun kata-kata Romeo yang dapat menenangkan semua kegelisahan yang dimiliki Juliet.

betapa dengan mudah remaja Romeo berhasil menaklukan Juliet dan memaksanya untuk berani menentang hukum yang berlaku di kelompok, dan masyarakat mereka.

Betul kata bang Iwan, “Biar mereka bicara, kita nikmati yang ada…”

Meski sad ending, tapi aku suka drama ini. drama tragis karya shakespeare ini sudah berkali-kali kubaca novelnya dan berkali-kali pula kulihat filmnya.

Setiap kali ku baca atau ku lihat cerita ini. maka akan membuatku semakin yakin, Hidup bukan kesia-siaan.
tidak seperti si Jordel, yang bisanya cuma mengutip dari dalam Kitab. Pesimis, dan kurang memaknai hidup. (dia malah tuduh aku sebagai orang yang tak berbakti dan cuma mementingkan dunia…)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,133 hits
%d blogger menyukai ini: