hujan deras

“Petani itu bau, licik, pembunuh dan omong kosong!”

Posted on: 6 September, 2006

samurai“Petani itu bau, licik, pembunuh, dan omong kosong!” itulah yang diteriakkan Kyikuchio dalam Seven samurai besutan Akira Kuroosawa yang diproduksi pada 1956.

Lha? Lantas, kenapa orang terakhir pilihan Shimada Kimbei itu berkata demikian? Bukankah petani adalah tiang negara?

Alkisah setelah melatih pasukan wilayah timur yang terdiri dari petani, Kyikuchio yang diperankan sang legenda, Toshiro Mifune pulang ke ‘barak’ para samurai sewaan petani.

Ronin yang lain yang ketika itu tengah menyusun strategi terheran-heran dengan bawaan Kyikuchio. Ialah seperangkat alat perang yang biasa dipakai para samurai untuk melindungi tuannya di medan perang.

Dengan kata lain, barang bawaan itu adalah milik para samurai. Tapi siapa? Dan bagaimana barang-barang itu bisa ada di tangan para petani lemah yang justru meminta pertolongan para ronin pimpinan Shimada dengan bayaran tiga kali makan nasi sehari?

Betul. Sepanjang halaman mengenai kisah petani di seluruh dunia, kita hanya akan membaca tentang kepapan dan ketertindasan mereka. Sejak jaman monarki sampai saat ini. Petani (dalam hl ini tentu adalah petani Marhaen,) dan buruh tani kerap diperah bak sapi. Dijajah dan dijarah tanah-tanahnya.

Negaara dan partikelir dus tengkulak dan lintah darat adalah perampok-perampok nyata yang ada di depan mata petani.

Dalam kisah Seven Samurai, diceritakan bagaimana rakusnya negara telah memerah mereka untuk membayar pajak sebagai kontribusi petani (miskin) untuk membiayai peperangan-peperangan. Hingga petani itu harus bekerja dan menyetor hasil tanamnya kepada kepentingan negara.

Seementara di pihak lain, perampok yang terdiri dari tentara (samurai) terus meminta jatah preman. Jadi?

Begitulah petani dalam sebuah kampung yang digambarkan Akira Kurosawa. Sebuah gambaran yang lazim juga kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kembali ke kampung yang dijaga Shimada Cs. Petani di sana sekian lama hidup tertindas. Mereka hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Traumatik yang ditimbulkan akibat kekerasan negara serta preman-preman yang sengaja diciptakan negara (saya mau bilang kalau preman2 desertir itu adalah murni ciptaan negara) membuat para petani itu menjadi ganas dan selalu menanti kesempatan.

Hal itu terlihat, bagaimana mereka menyalurkan ketertekanan itu ketika membantai salah satu perampok yang berhasil ditangkap Shimada Cs.

Geram pastinya. Sekian lama menahan dendam.

Kyikuchio yang ternyata adalah seorang anak petani itu kemudian memuntahkan kemarahan nya kepaa Shimada Cs.

Dalam pandangannya, samurai tetaplah samurai.. meski dia memegang cangkul atau sabit. Samurai tetap tentara!

Maka dengan keras dia berkata pada kumpulan samurai sewaan itu “Petani itu bau, licik, pembunuh, dan omong kosong!, apa yang mereka tidak bisa? Merka mampu melakukan hal paling kotor dan kejam!” kesalnya sambil melemparkan baju jirah a la samurai.

Sekumpulan samurai lain yang mendengar kemarahan Kyikucio terdiam.

Dengan kemarahan yang tak tertahankan kemudian Kyikucio berkata lagi.

“Tapi tahu kenapa mereka (maksudnya petani) bisa melakukan itu? Itu semua karena kalian! Samurai, Tentara negara yang terus merampok mereka. Menjarah tanah, memperkosa istri dan membunuh anak-anak mereka.”

Lantas dengan tersedu, tokoh dengan karakter kocak itu menangis meninggalkan rombongan samurai yang merenungi kata-kata Kikuchiyo.

Kikuchiyo, tokoh itu pada duel terakhir akan mati. Dalam sebuah pertempuran indah.

Dimana pada akhirnya petani-petani berhasil membunuh dan menghabisi perompak.

Seperti ke-khasannya, Akira memvisualkan adegan teatrikal dalam peperangan bersetting suasana hujan. Dan Kyikuchio tewas tertembak.

Pertempuran indah yang akan menghantarkan kematian Kyikuchio, si anak petani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,133 hits
%d blogger menyukai ini: