hujan deras

Click Must Die

Posted on: 20 Agustus, 2006

cliktSatu lagi, bagi penikmat cerita drama, wah, kayaknya pilem yang satu ini ngga bisa ngga ditonton. Pilem bagus coi. Ceritanya sederhana. tapi mampu membuat tanpa terasa air mataku berlinang setiap kali si Newman (Adam Sandler) memencet remote ajaibnya. Terbayang setiap proses yang kulakukan terasa membuatku jemu dan muak. Nah aku menangkap, pesan dalam kisah itu meminta padaku untuk setia pada proses dan tulus menjalaninya.
Memang bagiku, proses adalah konsep yang terpinggirkan. Aku tak begitu suka menjalankannya. Sehingga sering kali aku mengambil jalan pintas. Kadang2 juga aku selalu memikirkan, andai saja ada alat yang bisa mengerjakan semuanya untukku, (entahlah itu remote, tongkat harry Potter atau apalah) aku pasti senang. Tapi setelah menonton Click, aku berpikir, lagi untuk mengambil jalan pintas. Ternyata lebih banyak peluang emas yang dilahirkan dari orang2 yang seria pada proses.

Aku jadi ingat kisah orang tua dahulu, tentang seorang Pendeta dan Kupu-kupu.
Begini ceritanya, Suatu hari Seorang pendeta yang baik dan dikenal suka menolong tengah berjalan-jalan di padang bunga. Beliau sedang memperdalam ilmu agamanya.

Ketika asik berjalan-jalan, dia melihat di dekat sebatang pohon, ada seekor kupu-kupu yang tengah berjuang mati-matian untuk lepas dari kepompongnya. lalu dengan welas asih, si Pendeta menjulurkan jemarinya dan membantu si kupu-kupu lepas dari kepompongnya yang melilit dan membungkus kupu-kupu muda itu.

tak berapa jauh berselang, akhirnya kupu-kupu itu berhasil lepas dari lilitan kepompong. Dengan segera, dikepakkannya sayapnya yang masih baru itu. Pak pendeta tersenyum girang. sebab dia baru saja membantu mahluk tuhan.

namun tak lama si kupu-kupu menari di udara tiba-tiba….Plak….!
Kupu-kupu malang itu jatuh ke bumi, dan tak bergerak lagi. Si pendeta yang melihat kejadian itu baru sadar. bahwa dia sebenarnya tidak membantusi kupu-kupu. namun sebaliknya.
Dengan sedih dan air mata menetes. Diangkatnya kupu-kupu muda itu dengan kedua tangannya.

Kisah itu membuat ku semakin sadar. bahwa besi akan semakin padu bila terus digembleng dan pukul palu.
Nah, ada banyak kisah-kisah yang mengisyaratkan pada kita sekaligus mengingatkan, bahwa proses adalah hal terpenting selain hasil.
seperti kata pepatah batak kuno, “kau petiklah apa yang kau tanam!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,133 hits
%d blogger menyukai ini: