hujan deras

Sayang, Tuhan sudah mati pagi ini.

Posted on: 10 Agustus, 2006

palestina

well,

kalau kau mau tahu, ini lah kisahku;
kisahku tentang anak-anak yang terbantai di sepanjang perbatasan tanah filistin
kalau kau mau dengar, ini lah laguku;
lagu tentang nyanyian parau suara dentang mortar dan proyektil yang bertebar ke mana-mana
memenuhi ruang stepa sabana, reruntuhan kamp-kamp pengungsian,
kalau kau mau berbagi, inilah bagianku;
sebutir kerikil yang siap melawan sebuah tank berat dan sertaus orang tentara zionis

karena ini tanah aku punya;
karena ini tanah jantung beta;
karena ini tanah kehormatan saya;

kalau kau simpati, maka berilah bagi bocah-bocah itu sebuah dongeng
dimana tiada tanah yang dijanjikan, yang ada hanya tanah nenek moyang
kalau kau empati, maka berilah mereka nyanyian tentang kuil sulaiman, puisi cinta tentang riwayat yusuf dan zulaikha

karena ini tanah untuk kita berbagi bersama
karena ini tanah untuk kita tinggali bersama
karena ini tanah bukan bukan dan bukan milik mereka

kalau kau mau tidur malam ini,
ingat aku sayang,
“tuhan tidak pernah melahirkan seorang penjahat ke dunia, tapi tuhan menciptakan orang serakah di bumi kita singgah,”
maka tidur lah kau di dekap ku
biar ku selesaikan dongeng sendu dari negeri daud yang pilu

palestina di kepalaku, 10/08/2006

1 Response to "Sayang, Tuhan sudah mati pagi ini."

kata2nya bagus skali..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 172,087 hits
%d blogger menyukai ini: