hujan deras

Kisah Bung Tomo yang Belum Bergelar Pahlawan

Posted on: 10 November, 2007

Dikutip dari http://www.myrmnews.com
Sabtu, 10 November 2007, 09:49:57 WIB

Jakarta, myRMnews. Nama Bung Tomo selalu disebut-sebut setiap Hari Pahlawan 10 November, termasuk pada peringatan hari ini. Tapi, tokoh yang dikenal dengan semboyan “rawe-rawe rantas malang-malang tuntas” itu hingga kini tidak diakui pemerintah sebagai pahlawan nasional.

Seperti tradisi menjelang peringatan Hari Pahlawan pada tahun-tahun sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin (9/11) juga mengumumkan pahlawan baru di Istana Negara. Namun, di antara empat nama yang disebutkan presiden, nama Bung Tomo kembali tak masuk dalam daftar.

Apa alasan pemerintah sehingga tidak kunjung memberikan gelar pahlawan nasional kepada pembakar semangat juang Arek-Arek Suroboyo pada pertempuran 10 November itu? Direktur Kepahlawanan, Kejuangan, dan Keperintisan Departemen Sosial Yusrizal mengakui bahwa pihaknya belum pernah mengusulkan nama Bung Tomo menjadi pahlawan nasional.

Alasannya, kata Yusrizal, ada persyaratan administrasi yang belum dipenuhi untuk mengusulkan Bung Tomo menjadi pahlawan nasional. Apa itu? “Bung Tomo belum diseminarkan di daerah,” tegas Yusrizal.

Seminar itu, lanjut Yusrizal, dilakukan untuk mengetahui, apakah ada pihak yang berkeberatan dengan pengangkatan Bung Tomo menjadi pahlawan nasional atau tidak. “Nanti kalau sudah diseminarkan, akan diteliti oleh Badan Penelitian Pahlawan Pusat,” jelasnya.

Sementara itu, dari empat pahlawan baru yang diumumkan SBY, tiga di antaranya merupakan jenderal. Mereka adalah Mayjen TNI (pur) dr Adnan Kapau Gani, pejuang dari Sumatera Selatan; Mayjen TNI (pur) Prof Dr Moestopo, pejuang dari Jawa Timur; dan Brigjen TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi, pejuang asal Jawa Tengah. Seorang pahlawan nasional baru lainnya adalah Dr Ide Anak Agung Gde Agung, pejuang dan diplomat dari Bali.

Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso, kalau dibandingkan, sebenarnya nama Bung Tomo tak kalah besar dengan keempat pahlawan baru nasional tersebut. “Dosa besar SBY kalau tak menjadikan Bung Tomo sebagai pahlawan nasional,” ujarnya saat penyerahan penghargaan kepada Bung Tomo di markas PP GP Ansor kemarin.

Penghargaan bagi Bung Tomo diterima anaknya, Bambang Sulistomo. Priyo didaulat Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf untuk menyerahkan penghargaan kepahlawanan itu. Karena pemerintah tidak mau memberi gelar pahlawan nasional kepada Bung Tomo, Ansor mengambil inisiatif tersebut.

Menurut Priyo, seluruh rakyat pasti setuju bahwa Bung Tomo layak dianugerahi gelar pahlawan nasional. Peringatan Hari Pahlawan 10 November, kata Priyo, identik dengan ketokohan Bung Tomo. “Saya juga kaget karena sampai sekarang Bung Tomo belum jadi pahlawan. Saya mendesak Presiden SBY segera mengambil alih karena anak buahnya lalai,” tegas Priyo.

Saifullah Yusuf menambahkan, sangat tragis bangsa Indonesia yang setiap tahun memperingati hari pahlawan, ternyata, melupakan tokoh sentral pada hari bersejarah tersebut. “Ansor dan Golkar minta pemerintah segera mengangkat Bung Tomo sebagai pahlawan nasional,” kata Saiful. Dalam kesempatan itu, Saiful juga mengangkat Bambang Sulistomo sebagai anggota kehormatan GP Ansor.

Keluarga pemilik nama asli Sutomo itu memang tidak pernah mempermasalahkan status kepahlawanan Bung Tomo. “Kami tidak akan pernah memohon,” ujar Bambang. Istri Bung Tomo, Sulistyowati, 82, juga ikhlas. “Bagi ibu, yang lebih penting rakyat mengakui. Tidak perlu pengakuan pemerintah,” lanjut Bambang.

Menurut Bambang, saat masih hidup, Bung Tomo pernah mengkritik Soekarno dan Soeharto ketika keduanya menjadi presiden. Bung Tomo pernah terlibat adu mulut dengan Bung Karno. Setelah itu, istri Bung Tomo, yang juga sahabat Fatmawati, melarang Bung Tomo datang ke istana.

Saat Orde Baru, pria kelahiran 1920 itu pernah mengkritik Soeharto soal pemerataan pembangunan. Soeharto pun marah dan memenjarakan Bung Tomo. “Bapak juga memberi wasiat tidak mau dimakamkan di taman makam pahlawan. Mungkin ini yang membuat pemerintah tersinggung,” ungkap Bambang. Bung Tomo dimakamkan di pemakaman umum di Ngagel, Surabaya. jpnn

About these ads

29 Tanggapan to "Kisah Bung Tomo yang Belum Bergelar Pahlawan"

Pahlawan tanpa tanda Jasa….
PAhlawan yang hanya ada di dalam hati yang mengenangnya.

baru tau gw ceritanya.. thx artikelnya bang.. bermanfaat sekali..

sepakat, tidak perlu pengakuan pemerintah yang penting jasa dan karyanya diakui dan bermanfaat untuk rakyat….
nah apakah nanti soeharto jg akan dijadikan pahlawan nasional??
klo iya berarti pemerintah memang tidak tahu malu!!!!!!! padahal bung tomo lebih layak untuk dijadikan pahlawan nasional…
MERDEKA……!!!!!!!!!!!!!
MERDEKA……!!!!!!!!!!!!!!!
MERDEKA……….!!!!!!!!!!!!!!

mau gak liat versi kaosnya?
link aja..

Pahlawan yang selalu memberi motivasi bagi kaum muda….

wah….katanya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawanya, lha ini tokoh sekelas bung Tomo aja tidak dihargai bagaimana bangsa ini mau menjadi besar??? pantas aja korupsinya yang guede!!!
lebih tragis lagi hanya karena alasan BELON DISEMINARKAN bung Tomo tidak mendapat gelar pahlawan.
waduuuuh prihatin aku!!!!

Bung Tomo adalah salah satu figur penentu perang surabaya….banyak yang ngaku-ngaku pahlawan…..tapi cuma sedikit yang benar-benar pahlawan….seorang pahlawan memang tidak pernah mau menonjolkan kepentingannya sendiri…

ooo.,

trnya bung tomo pahlawan yg ga punya gelar…

krain krna terkenal, brrti dh dksh gelar..,

gmn neh indonesia???

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!

Hai pemerintah, jangan karena ego engkau coba2 menghilangkan kebenaran, jiwa besar dan kepahlawanan biarlah Tuhan yang tau, engkau pemerintah hanya manusia biasa, matamu harus melihat sejarah dan perjuangan diraih dengan tumpah darah dan nyawa, engkau itu sudah tidak menghargai pahlawan, korupsi dikembangbiakkan.
Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

Sebenernya itu cuma masalah ego saja. Manusiawi, manusia kalo sudah tinggi kedudukannya, akan merasa paling benar segala tindakan dan pikirannya. Nggak pernah merasa salah. Padahal kebenaran sejati adalah kepunyaan-Nya.
Ngomong-ngomong, katanya bung tomo masih hidup. tul nggak?

dasar indonesia………..
pahlawan ko pilih-pilih………………..

ha ha malu dengan negaraku !

” Bung ToMo ”
meskipun engkau tak di anggap pahlawan oleh pemerinta,
Tapi bagi Qu dan bumi indonesia tercinta ini.ngak akan pernah dan tak akan pernh Lupa atas jasa mu,membelah bumi tanah air ini…..
jasa mu akan selalu bersemayam di bumi indonesia tercinta dan DiLubuk hati kami Arek suroboyo.
bagi kamie engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa bagi kami.

kini kita tunggu , beliau menjadi pahlawan nasional

katanya sih tahun 2008 ini,persis 10 nopemberrrr.

cueK bener Orang kita ya………

tapi Bung Tomo Mantab.. dikenang karena jasa.. bukan hanya karena gelar dari pemerintah sana..

terus sekarang udah diresmikan belum?!!

Akhirnya, hari ini, 7 November 2008, Bung Tomo mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah.

[...] dibalik kegigihan beliau ini tahu ngga sih…. bahwa Bung tomo yang kita kenal itu ternyata belum diakui oleh negara sebagai seorang Pahlawan (aneh yah padahal hari pahlawan terinspirasi dari kejadian yg beliau pimpin). Beliau baru ditetap [...]

para pejabat & petinggi2 di negeri ini seharusnya malu,
bung Tomo yang telah sangat berjasa tidak pernah berharap menjadi pahlawan. sementara para politikus rakus itu bertindak dan bersikap seolah mereka adalah pahlawan bagi rakyat kita.

terima kasih bung Tomo, untuk semua dedikasi anda kepada negeri yang melupakan anda.

u’re my hero

merdeka !!!!!!!!!!!!!!!!!

Bung Tomo,,, Biarkanlah rakyat tang menilai kepahlawanan mu.
KArena menurut ku, engkau adalah pahlawan bagi ku dan juga inspirasi terbesar dalam hidup ku.

Saya telah membaca buku karangan Bu Sulistyowati (Istri bung tomo) yang menceritakan kisah hidup bung tomo…
Dan Subehanalllah, buku tersebut mampu memberikan kekuatan kepada saya untuk bangkit dan menegakkan kebenaran… Suatu hari saya sangat ingin bertemu dengan bu Lis dan ingin mendengarkan cerita dari beliau langsung.

by, Wike Dwi Utomo
Presiden BEM FPiK unv Brawijaya

wogh, ne pemerintah dah kesiangan brarti! biasanya ada pahlawan kesiangan ne malah ada pemerintah kesiangan. kacau dah!!! MERDEKA!!MERDEKA!!!

wdh,bru tau klo bung tomo blum di akui pahlawan……..

pdhl wktu kcl saya sdh tau crita kpahlwanan bung tomo

RAWE RAWE RANTAS..MALANG MALANG PUTUNG..MAJU TERUS PANTANG MUNDUR..ALLAHU AKBAR
Berdosalah negera ini dan terkutuklah para pemimpin negeri ini yang menyepelekan dan tidak mengahargai jiwa kepahlawanan dan semangat yg dikobarkan Bung Tomo dalam memimpin arek arek suroboyo pada perang 10 Nopember 1945. sebagai anak negeri sembah sujud dan penghormatan kami yang setinggi tingginya, serta doa kami semoga Tuhan menempatkan Beliau pada tempat yang paling mulia. rasa sakit dan marah bergejolak didada kami sebagai generasi muda melihat perlakuan pemerintah atas perintis negeri ini. kalau para pemimpin negeri ini mau jujur, mereka pastilah tahu bagaimana sepak terjang kepahlawanan Bung Tomo, dan masyarakat seluruh negeri pun tahu siapa beliau, lalu masalahnya dimana?…lupakah kita bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para pahlawannya?..naif sekali para pengambil keputusan negeri ini…

Allahu akbar..!!

Seorang suhada tidak membutuhkan pengakuan dari negara sebab hanya langit dan bumi serta rakyat yang sanggup melihat kepahlawan beliau..dan sepak terjang beliau..selamat jalan eyangku…

ada-ada ajah pemerintah ini masa penentuan pahlawan hrus pke acara seminar segala….

tlg, belikan kacamata mines dong gw! masa’ gw baca bung tomo bukan phlawan nasional sich, apa gak salah baca gw gak salah baca?
setahu gw bung tomo banyak jasanya dalam peristiwa 10 nopember 1945 kan. dan sudah membakar semangat arek2 suroboyo

KENAPA KOK BARUSAN SAJA DI AKUI PAHLAWAN NASIONAL,KAN JASANYA RIBUAN THN,ITULAH INDONESIA SELALU MENGAGAP REMEH JASAPAHLAWANNYA. !!!MERDEKA REK MAJU TERUS PANTANG MUNDUR BELA BANGSA & TANAH AIR

ntah apa yang terjadi pada bangsa kita hingga hari ini….pakah pahlawan itu harus mengikuti seminar yang sebenarnya tidak perlu2 amat…itu baru di katkan pahlawan setelah memgikuti seminra itu…tidak lah….dasar kurang kerjaan…emang nggak ada yah cara lain mengakui pahlawan.

ingat pahlawan sebenarnya adalah orang yang memerlukan jasa dari pemerintah..dia hanya memikirkan rakyat dan cucu2nya….tidak acara formal yang harus di laksnakan untuk jadi pahlawan..

Hidup bung Tomo…MERDEKA lah bangsa kita…jangan jadi pendendam……ingat para jasa mereka sebangsa dan setanah airku….jangan sampe darah yang mereka teteskan hanya cuma2.

semoga Allah SWT membalasnya dengan rahmat dan kasih sayangNYA

HIDUP SURABAYA………..
HIDUP BUNG TOMO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Halaman

Link

Laci bulukan

Blog Stats

  • 139,070 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: